Resume Artikel Ilmiah “Memahami Dialektika Antara Perilaku Agama dan Politik dalam Perumusan Hukum Islam Di Indonesia”

 


Artikel ini mengeksplorasi dialektika antara perilaku agama dan politik dalam perumusan hukum Islam di Indonesia, dengan fokus pada bagaimana kedua elemen ini mempengaruhi dan membentuk produk hukum Islam. Dialektika ini sering terkait dengan relasi kekuasaan, interaksi, dan koneksi antara agama dan politik, yang pada akhirnya menghasilkan hukum Islam yang dinamis dan plural.

Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif untuk membandingkan berbagai literatur terkait hubungan dialektis antara agama dan politik dalam perumusan hukum Islam. Pendekatan teoritis yang digunakan dalam artikel ini adalah kerangka inklusif dan eksklusif. Inklusifitas mencerminkan sikap terbuka dalam merespons perubahan politik dengan mengikuti opini yang diterima secara umum, sedangkan eksklusifitas mengacu pada penggunaan istilah-istilah hukum seperti halal, haram, dan kafir yang spesifik dalam konteks perumusan hukum Islam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa doktrin agama yang mempengaruhi perilaku politik cenderung menghasilkan perilaku inklusif, sementara perilaku politik yang mempengaruhi agama cenderung menghasilkan perilaku eksklusif. Namun, baik inklusifitas maupun eksklusifitas merupakan ekspresi yang sah dalam perumusan hukum Islam. Kedua model ini, meskipun berbeda dalam pendekatan, pada akhirnya mengakui adanya pluralisme hukum sebagai karakter dinamis dalam hukum Islam.

Dalam konteks Indonesia, dialektika antara agama dan politik tercermin dalam berbagai kebijakan negara yang bersifat akomodatif terhadap kepentingan agama, seperti pengesahan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan kebijakan pendidikan nasional yang mewajibkan pengajaran agama oleh guru yang seagama. Politik akomodatif ini menunjukkan bahwa negara cenderung inklusif dalam memutuskan pandangan keagamaan yang dapat dijadikan pegangan negara.

Namun, artikel ini juga menyoroti aspek eksklusif dalam perumusan hukum Islam, seperti yang terlihat dalam perjuangan ulama seperti Ahmad Rifa’i dan beberapa ulama Aceh yang menolak segala bentuk kerjasama dengan penjajah Belanda. Sikap eksklusif ini tercermin dalam penolakan mereka terhadap kebijakan kolonial yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam, serta upaya mereka untuk memurnikan hukum Islam dari pengaruh kolonialisme.

Secara keseluruhan, artikel ini menekankan bahwa hukum Islam di Indonesia merupakan hasil dari proses dialektika yang dinamis antara agama dan politik. Hukum ini tidak hanya dipengaruhi oleh doktrin agama, tetapi juga oleh dinamika politik yang berlangsung di negara ini. Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang hubungan antara agama dan politik menjadi penting untuk memahami karakter pluralistik dan dinamis dari hukum Islam di Indonesia.

TUGAS PKKMB : Zola Apriliya Cahyaningtyas

Komentar